FactNews – Sebagai salah satu upaya peningkatan kompetensi mahasiswa, Universitas Kuningan (Uniku) menggandeng 28 Mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dalam Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan FGD ini merupakan salah satu implementasi Program Kompetisi Kampus Merdeka-Institutional Support System (PKKM-ISS), yaitu Peningkatan Kerjasama Kemitraan DUDI.

FGD yang mengusung tema “Peningkatan Kompetensi Mahasiswa melalui Link and Match antara Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dan Dunia Industri” ini digelar Selasa pagi (23/08/2022) bertempat di Grage Sangkan Hotel & Spa.

Dalam laporannya, PIC PKKM-ISS Uniku yang juga merupakan Wakil Rektor I Uniku, Dr. Anna Fitri Hindriana, M.Si., menjelaskan PKKM-ISS ini pada dasarnya bertujuan untuk memfasilitasi kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

“Sebagaimana kita ketahui bersama, Universitas Kuningan mendapatkan hibah PKKM berupa Institutional Support System atau ISS yang bertujuan untuk memfasilitasi kegiatan MBKM baik yang dilaksanakan oleh Universitas, Fakultas maupun Program Studi. Melalui ISS, universitas tidak hanya memfasilitasi kegiatan MBKM saja tetapi dapat mengembangkan pedoman penyelenggaraan MBKM dan sistem akademik yang mendukung pelaksanaan dan pelaporan kegiatan MBKM,” jelasnya.

Selanjutnya, Anna menyebut 28 Mitra DUDI yang diundang berasal dari 6 Kota/Kabupaten.

“Perlu kami sampaikan bahwa Mitra DUDI yang mengikuti kegiatan FGD ini ada sejumlah 28, yang mana 21 hadir secara luring dan 7 secara daring. Mitra DUDI yang hadir ini berasal dari 6 Kota/Kabupaten, yaitu Banjarmasin, Jakarta, Bandung, Tasikmalaya, Cirebon, dan Kuningan,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Uniku, Dr. H. Dikdik Harjadi, S.E., M.Si., dalam sambutannya menyebut “interaksi perguruan tinggi dengan masyarakat, institusi di luar kampus, dan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) harus dibangun secara efektif sehingga memberikan peluang bagi mahasiswa untuk melakukan berbagai aktivitas di luar kampus dalam rangka memperoleh pengalaman belajar yang kontekstual.”

Lebih jauh, Dikdik berharap FGD yang dilakukan dapat memberikan masukan guna pengembangan kurikulum yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja.

“Melalui FGD ini tentunya kami berharap mendapatkan masukan yang berharga dari Dunia Usaha dan Dunia Industri, sehingga tidak saja kami bisa mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan tuntutan kompetensi dunia kerja tetapi juga dapat mengembangkan proses pembelajaran yang lebih baik dengan cara mengundang praktisi dari DUDI untuk mengajar di Universitas Kuningan,” harapnya.

Kegiatan FGD ini dilanjutkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) antara Uniku dan 28 Mitra DUDI baik yang hadir secara luring maupun daring. (nit/un)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.